Minggu, 12 Juli 2026

BMKG Minta Masyarakat Waspada Adanya Potensi Tsunami di Sekitar Bandara NYIA saat Lebaran 2025, Ini Titik Lokasinya

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Minggu, 16 Maret 2025 | 17:43 WIB
Ilustrasi - Ada potensi tsunami di sekitar Bandara New Yogyakarta Internasional Airport Kulon Progo saat Lebaran 2025 (Unsplash/Ilona Froehlich)
Ilustrasi - Ada potensi tsunami di sekitar Bandara New Yogyakarta Internasional Airport Kulon Progo saat Lebaran 2025 (Unsplash/Ilona Froehlich)

Baca Juga: Kendarai Motor Tossa, Rombongan Remaja Alami Kecelakaan Tunggal di Kulon Progo Yogyakarta, 1 Orang Meninggal Dunia

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik Lebaran 2025 diperkirakan mencapai 146,48 juta orang atau setara dengan 52 persen dari total populasi Indonesia.

Pulau Jawa masih menjadi daerah dengan pergerakan pemudik terbesar, dengan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2025 dan puncak arus balik pada 6 April 2025.

"Jadi mohon Kementerian PU, Polri, buka tutup jangan sampai macet, nanti mobil justru akan terjebak saat evakuasi bila terjadi tsunami," ujar Dwikorita.

BMKG memastikan kesiapan dalam memberikan informasi peringatan dini terkait tsunami, gempa bumi, dan cuaca ekstrem dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki.

Baca Juga: Cium Bokong Truk Gandeng, Pengendara X Max Meninggal Dunia pada Kecelakaan di Jalan Solo, Sleman Yogyakarta

Potensi Tsunami di Kulon Progo dan Sejarahnya

Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan bahwa meskipun ada potensi tsunami, masyarakat tidak perlu panik.

Menurutnya, yang lebih penting adalah kesiapsiagaan dan mitigasi risiko.

"Kita tidak perlu panik. Kita tidak perlu takut. Tapi kita paham mitigasi terhadap tsunami," ujarnya.

Baca Juga: Ketua Komisi II DPR RI Akhirnya Buka Suara Soal Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024: Bukan Murni Kesalahan BKN dan KemenPAN RB

Ia menjelaskan bahwa DIY berada di zona subduksi atau penunjaman sepanjang 150-200 km, tempat pertemuan lempeng Indo-Australia dengan Eurasia yang membentuk zona megathrust dan berpotensi memicu gempa bumi besar.

Kulon Progo bagian selatan masuk dalam zona merah tsunami karena lokasinya dekat dengan Samudra Hindia dan berada di wilayah yang terdampak aktivitas zona subduksi tersebut.

Berdasarkan pemetaan Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), skenario terburuk dari gempa bisa mencapai Magnitudo 8,7 dan berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah selatan, termasuk Kulon Progo.

"Dari sejarahnya, tsunami pernah terjadi di wilayah ini pada tahun 1840 dan menyebabkan korban jiwa. Oleh karena itu, kita harus belajar dari sejarah," katanya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X