PORTALOKA.ID - Tak ada yang mencatat sejak kapan terjadinya transformasi senja Ramadhan menjadi Ngabuburit.
Tapi dari beberapa literatur di keraton Islam, para penyebar Islam terutama Walisongo menjadikan senja sebagai wahana bermain sambil menunggu azan magrib.
Tata ruang wilayah di Kesultanan Mataram dan Cirebon memberi ruang publik yang terintegrasi dengan masjid, keraton, alun-alun dan pusat perdagangan. Dan itu juga terbawa hingga ke Kabupaten Galuh saat dibawah naungan Mataram.
Ciamis pun mewarisi tata ruang Mataram dalam penataan kota. Maka tak heran tradisi Ngabuburit melekat dalam ritual senja di alun-alun kota Ciamis.
Baca Juga: Abah Geyot dan Bedug yang Kehilangan Jantungnya
Seiring perkembangan zaman, akhirnya Ngabuburit menjadi tradisi Nusantara yang bisa ditemukan disetiap kota di Indonesia.
Tak heranz menjelang azan maghrib, sudut-sudut kota berubah menjadi ruang penantian. Taman, trotoar, halaman masjid, hingga deretan penjual takjil mendadak penuh.
Orang-orang berdiri, duduk, berjalan, atau sekadar menatap langit yang perlahan redup. Inilah ngabuburit, sebuah tradisi yang tampak sederhana, tetapi menyimpan makna filosofis yang dalam, sekaligus menjadi ruang dakwah Islam yang hidup di tengah masyarakat.
Di momen ini, batas-batas status sosial seolah mencair. Pegawai, pedagang, pelajar, hingga mereka yang tak saling mengenal, berdiri dalam antrean yang sama.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 Hijriah Kabupaten Ciamis, Cek Link Downloadnya DI SINI!
Mereka menunggu waktu yang sama, merasakan kegelisahan yang sama terhadap detik yang berjalan lambat.
Ngabuburit menghadirkan pengalaman kolektif yang jarang ditemukan dalam rutinitas harian yang cenderung memisahkan manusia dalam sekat-sekat sosial.
Fenomena ini tidak sekadar kebiasaan mengisi waktu sebelum berbuka. Ia adalah cara masyarakat mengelola kegelisahan fisik puasa menjadi energi sosial.
Puasa, dalam ajaran Islam, merupakan latihan menata hasrat dan kesabaran. Sore hari menjadi ujian terakhir, ketika tubuh berada di batas lemah, sementara jiwa diuji untuk tetap bertahan.
Artikel Terkait
15 Madrasah Aliyah Unggulan di Indonesia, Punya Prestasi di Bidang Sains hingga Riset, Rekomendasi SPMB 2026
Pakar Sebut Perjanjian Tarif RI-AS Bakal Buka Lapangan Kerja di Indonesia, Kok Bisa?
Petani NTT Bersyukur, 3.000 Pohon Buncis Terserap Semua Berkat MBG
Kemenag Buka Suara soal Kebijakan Zakat untuk MBG, Begini Faktanya
15.160 Guru PAI Ikuti Uji Pengetahuan PPG Daljab Angkatan 4, Kemenag: Untuk Ukur Capaian Pembelajaran Peserta
Viral Antrean Panjang Warga Sumenep demi Menanti Tarawih Sejak Siang Hari, Amplop Rp300 Ribu Disebut Jadi Penyemangat
Viral Ibu Pedagang Sayuran di NTT Dilarang Jualan di Teras Rumah Sendiri, Padahal demi Cukupi Biaya Sekolah Anaknya
Kota Banjar Rayakan HUT ke-23, Herdiat Sunarya Hadiri Paripurna, Tekankan Sinergi Pembangunan Wilayah
Terungkap! Pangkal Masalah Guru Madrasah Swasta Sulit Ikut PPPK dan Kesejahteraan Tidak Meningkat
Hujan Deras Picu Longsor di Sukahaji Ciamis, Warga Gotong Royong Selamatkan Jalan dan Rumah Tetangga