PORTALOKA.ID - Terbatasnya kapasitas SMA dan SMK negeri membuat banyak calon siswa yang tidak terakomodir.
Sebagai alternatif, mereka diarahkan untuk melanjutkan ke SMA dan SMK swasta.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun meminta agar sekolah swasta membuka akses pendidikan terutama bagi murid ekonomi menengah ke bawah yang tidak terakomodir di sekolah negeri.
Dedi pun berharap, anggaran yang akan disediakan Pemprov Jabar untuk membiayai murid bersekolah di sekolah swasta dapat disepakati oleh yayasan sekolah swasta.
Baca Juga: Perkuat Pendidikan Kedokteran, Pemerintah Gandeng Kampus Top Dunia Imperial College
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berencana membantu biaya pendidikan murid di sekolah swasta sebesar Rp2,7 juta pada tahun pertama.
"Jangan sampai gubernur dibikin dilema. Satu sisi menambah rombel di sekolah negeri tidak boleh, tetapi di sisi lain, sekolah swasta ditawari kerja sama dengan anggaran sekian tidak mau," ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, dikutip Selasa, 23 Juni 2026.
Tanpa peran sekolah swasta, anak-anak dengan latar belakang ekonomi tidak mampu yang tidak diterima di sekolah negeri berpotensi tak melanjutkan sekolah.
KDM menegaskan, sebagai gubernur, ia berupaya hal itu tidak terjadi.
Ia berharap, murid yang ekonominya tidak mampu dapat memiliki akses pendidikan yang sama seperti murid dengan latar belakang keluarga mampu.
Beberapa murid dengan latar belakang ekonomi mampu, kata Dedi, telah memantapkan langkahnya bersekolah di sekolah swasta pada tahun ajaran 2026/2027.
Sementara itu, sejumlah murid lain yang terpetakan dalam SPMB 2026 akan bersekolah di sekolah negeri.***