PORTALOKA.ID - Kesejahteraan guru madrasah menjadi persoalan serius yang belum terselesaikan sepenuhnya.
Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) selaku organisasi profesi guru tak kenal lelah dalam memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah.
Berbagai upaya telah dilakukan, baik melalui jalur diplomasi hingga turun aksi. Mulai dari daerah hingga ke pusat.
Terbaru, PGMM menggelar audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat.
Baca Juga: PGMM Siap Kepung Gedung DPR, Suarakan 2 Tuntutan Guru Madrasah Swasta, Salah Satunya soal PPPK
Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Kanwil Kemenag Jawa Barat, Senin, 13 April 2026 pukul 11.00 WIB.
Audiensi diterima langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Dudu Rohman didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Usep Saepudin Muhtar.
Sementara dari pihak guru madrasah dihadiri Ketua Umum PGMM, Tedi Malik bersama delegasi yang berjumlah 30 orang.
Dalam pertemuan tersebut, Tedi Malik menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya lahir dari keprihatinan terhadap kondisi guru madrasah, khususnya terkait kesejahteraan dan keberlanjutan lembaga pendidikan madrasah.
Menurutnya, segala upaya dilakukan demi tercapainya kesejahteraan guru madrasah yang layak.
“Perkumpulan ini berangkat dari kesamaan nasib dan kepedulian terhadap kondisi madrasah. Kami melihat masih banyak guru yang belum mendapatkan kesejahteraan yang layak, padahal peran mereka sangat strategis dalam membangun generasi bangsa,” ujar Tedi.
UU ASN Hambat Kesejahteraan Guru Madrasah
Lebih lanjut Tedi mengatakan bahwa kesejahteraan guru madrasah terhambat oleh regulasi yang ada saat ini.