PORTALOKA.ID - Rangkaian Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Tahap 2 yang berlangsung selama tiga bulan di Banjarnegara resmi ditutup, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Sebanyak 90 guru, terdiri dari 65 guru SD dan 25 guru SMP, kini memikul tugas baru, yakni menjadi duta digital dan motor penggerak adaptasi teknologi di sekolah masing-masing.
Puncak penutupan di aula SMKN 2 Bawang, Banjarnegara, ditandai dengan gelar karya poster berisi praktik baik pemanfaatan koding dan KA dalam pembelajaran.
Namun, arahan dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara lebih menyorot pada "pekerjaan rumah" pasca-pelatihan.
Kepala Dindikpora Kabupaten Banjarnegara, Teguh Handoko, secara lugas menantang para peserta.
"Tugasnya setelah pulang ke satuan pendidikan masing-masing."
"Guru-guru yang lain harus paham seperti Bapak/Ibu sekalian. Tugas Bapak/Ibu mengimbaskan," kata Teguh.
Teguh menambahkan, meskipun pengimbasan tidak berbayar, ia meyakini hal itu akan menambah pengalaman dan menjadikan guru ahli di bidangnya.
Baca Juga: Seorang Bocah Meninggal Dunia Usai Tertimpa Kentongan Jumbo di Kulon Progo Yogyakarta
"Mudah-mudahan anak-anak kita mudah memahami."
"Anak-anak kita tidak tergerus dengan teknologi yang ada," harapnya, menegaskan tujuan akhir dari upaya diseminasi ilmu Koding dan KA ini.
Ia menekankan, para guru harus cerdas membaca lingkungan dan mencari cara agar pengimbasan itu mudah dipahami anak didik tanpa perlu "bahasa yang jelimet."
Program yang diselenggarakan oleh LPD LKP Indo Jaya Kebumen ini berjalan sejak 22 Juli hingga 19 Oktober 2025.