Minggu, 19 Juli 2026

3 Pondok Pesantren Besar di Ciamis yang Terkenal, Ada yang Sudah Berdiri Sejak 1929

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 07:46 WIB
Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 Bayasari, salah satu pesantrean besar di Ciamis (psb.miftahulhuda2.com)
Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 Bayasari, salah satu pesantrean besar di Ciamis (psb.miftahulhuda2.com)

Pesantren ini didirikan oleh KH. Mochammad Sirodj pada 1935. Kiyai yang kerap dipanggil "Abah" ini mendirikan pesantren sepulang menuntut ilmu di Mekkah selama kurang lebih tujuh tahun.

Baca Juga: 4 Fakta Santri Ponpes di Sukoharjo Meninggal Dunia Dianiaya Seniornya, Dipicu karena Rokok, Pelaku Tidak Dikenai Pidana

Dikutip dari laman Jaringanponpes.com, selama di Mekkah, KH. Mochammad Sirodj berguru kepada Syekh Ibrahim Gumrowi yang mengajarkan khusus ilmu Qiro'at, yaitu seni baca Al Quran.

Nama Pesantren Cijantung diambil dari nama tempat pesantren itu berada, yaitu Kampung Cijantung, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis.

Setelah berkembang, pesantren berpindah ke Kampung Citutut yang tidak jauh dari Kampung Cijantung.

Baca Juga: 15 Ide Lomba Kreatif untuk Menyemarakan Hari Santri 2025, Ada Lomba Rebana hingga Lomba Pembuatan Komik Islami

2. Pondok Pesantren Darussalam Ciamis

Pondok Pesantrean Darussalam Ciamis juga termasuk pondok pesantren tertua di Ciamis.

Didirikan oleh KH. Ahmad Fadlil pada tahun 1929. Awalnya pesantren ini bernama Pesantren Tjidewa atau Cidewa.

KH. Ahmad Fadlil memulai kisah berdirinya pesantren ini dari sebuah masjid dan sebuah bilik sebagai asrama.

Santri yang pertama kali mondok adalah pemuda-pemuda setempat yang tidak hanya diajari ilmu-ilmu agama tetapi juga bertani.

Baca Juga: Muslim Ridwan Terpilih Menjadi Ketua LPM Kelurahan Linggasari Kecamatan Ciamis

Pesantren Darussalam terus berkembang, hingga menjelang proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, jumlah santri yang mondok mencapai 400 orang.

Mereka mengaji ilmu tafsir, ilmu hadits, sejarah dan perbandingan madzhab, di samping kitab-kitab ilmu sharaf dan ilmu nahwu.

Hingga kini pesantren ini terus berkembang dengan menyelenggarakan berbagai pendidikan formal dari Raudhatul Athfal hingga universitas.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X