PORTALOKA.ID - Begadang mungkin seakan sudah menjadi adat bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia, utamanya di kalangan Gen Z.
Kebiasaan tidur hingga larut malam ini, tentu bukan menjadi barang baru bagi kaum mahasiswa.
Entah karena adanya tuntutan tugas kuliah, diskusi yang biasa dilakukan para aktivis, maupun hanya untuk bermain game.
Kendati demikian, tak jarang pula kaum rumahan yang suka tidur hingga tengah malam.
Baca Juga: Netflix, Wagyu hingga Sekolah Internasional Dikenakan Tarif PPN 12 Persen mulai 1 Januari 2025
Kebiasaan begadang kerap dinilai berdampak buruk bagi kesehatan seseorang.
Dalam suatu kajian, begadang dapat menyebabkan menurunnya sistem imun dalam tubuh, menurunkan daya ingat, menyebabkan obesitas, stress, hingga depresi.
Namun, benarkah sedemikian bahayanya dampak tidur larut malam? Lalu, adakah sisi baik dari kegiatan ini?
Dilansir Portaloka dari unggahan akun @satupersenofficial, orang yang suka begadang justru memiliki fungsi kognitif ‘lebih unggul’ daripada orang yang bangun pagi.
Baca Juga: Pernyataan Resmi Toko Roti Lindayes Usai George Sugama Halim Aniaya Karyawati Hingga Kepala Bocor
Hal ini sebagaimana penelitian dalam The Guardian yang dilakukan terhadap 26 ribu orang.
Di mana, hasil menunjukkan bahwa night owl atau kalong memiliki kecerdasan, penalaran, reaction time, dan memori lebih baik daripada early bird.
Perlu diketahui, bahwa night owl adalah istilah yang merujuk kepada seseorang yang kerap tidur hingga larut malam dan bangun lebih siang.
Akan tetapi, orang dengan tipe ini akan cenderung lebih fokus dan produktif pada malam harinya.