"Karena seberapa lama kita mondok, kalau kemudian kita melepaskan diri dari rabithah antara syaikh dengan santrinya, antara murid dengan gurunya menjadi tidak bermakna," paparnya.
"Dengan adanya reuni ini bertemu dengan guru-guru, bertemu dengan dzurriyah guru-gurunya yang di situ mengalir darah guru-gurunya, maka Insya Allah akan senantiasa terjaga kemanfaatan, kebarokahan ilmu yang sudah diberikan oleh Uwa (KH Fachrudin Halmy)," pungkas Kiyai Aam.***