Hal tersebut menjadi usulan sejumlah alumni, mengingat padatnya kegiatan di bulan Rajab yang menyebabkan beberapa alumni tidak bisa hadir karena waktunya yang digelar bersamaan dengan kegiatan lain.
Selanjutnya, IKAPPA juga mengusulkan dibentuknya unit kerja yang mangelola zakat, infak dan shadaqah.
Unit kerja ini nantinya akan mengelola zakat, infak dan shadaqah dari para alumni.
Baca Juga: Pegawai Honorer Bakal Diangkat Menjadi PPPK Paruh Waktu Tanpa Tes, Simak Kriteria dan Mekanismenya!
Terkait sejumlah usulan dari para alumni, KH Aam Sihabulmilah selaku pengasuh Ponpes Al Barkah menyetujuinya.
Menurut Kiyai Aam, jika hal tersebut baik dan bermanfaat maka pihak ponpes akan selalu mendukung.
Kiyai Aam juga berharap adanya rencana pendataan alumni akan membuat IKAPPA lebih tertib.
"Dengan adanya reuni ini adalah PR terbesar tentang pendataan alumni-alumni yang ada (dari RA hingga santri). Mudah-mudahan dengan pendataan itu bisa lebih tertib," ucapnya.
"Terkait dengan agenda rutin yang biasanya bulan Rajab, tadi ada masukan yang disepakati kita beralih ke bulan Muharram tanggal 15. Insya Allah itu sudah fix, tapi mulainya bukan Muharram 1447 Hijriah, karena terlalu dekat. Insya Allah Muharram 1448 Hijriah kita gebyar," lanjutnya.
Menurut Kiyai Aam, acara reuni ke depan akan diselenggarakan dengan format baru.
"Satu tahun (diselenggarakan) biasa, tahun kedua Insya Allah gebyar," tegasnya.
Dengan adanya haul dan reuni, Kiyai Aam berharap dapat terjalin ikatan batin antara guru dan santri.
Baca Juga: Wisata Keluarga hingga Noctourism Diprediksi Bakal jadi Tren Wisata 2025 di Ciamis