Prasangka itu DS ketahui ketika anaknya berubah sikap.
"Katanya (anaknya) disekap. Dia pulang tiap malam ke kamar mandi. Kamar tutupan terus."
"Saya tanya kok nggak berangkat sekolah juga. Buat pipis sakit katanya. Dia jual anak saya. Buktinya ada," katanya.
DS sempat melapor ke polisi soal dugaan anaknya dijual.
Namun, saat dilakukan pemanggilan polisi soal laporannya itu, DS tidak datang.
DS juga berusaha mencari keberadaan korban.
"Dapat info dari temannya. Saya sama anak nyusuri ke lokasi korban."
"Saya pastikan korban benar-benar buka BO di situ tidak," kata tersangka.
Setelah menemukan korban C, DS melepas tembakan tiga kali dan melukai dengan peluru gotrinya.
Kepada polisi, DS mengaku emosi karena menduga anaknya di jual oleh korban C.
DS juga mengatakan ibu C pernah utang Rp 2 juta tapi tidak dikembalikan.
Selain itu ternyata DS cemburu korban open BO.