"Saya lewat lihat api membesar dari jauh. Api dari selatan kandang terus ke utara," kata Joko.
"Setahu saya baru kali ini terbakar. Saya lihat dari jauh enggak berani mendekat. Pegawainya tidak ada yang luka, terus pemadam datang," imbuhnya.
Sementara itu, kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi dengan menerjunkan 3 unit mobil pemadam kebakaran.
Damkar Klaten, TRC BPBD, Redkar, dan relawan saling bekerjasama memadamkan nyala api.
"Kami mendapatkan laporan kebakaran ternak kandang ayam langsung menerjunkan 3 unit mobil pemadam kebakaran. Total air yang digunakan sekitar 25.000 liter," ucap petugas Damkar Klaten, Eddy Setyawan.
Proses pemadaman api membutuhkan waktu selama 3 jam. Seluruh isi dan bangunan kandang ternak ludes terbakar.
"Kami mendapatkan laporan masuk pukul 18.00 WIB dan pukul 21.40 WIB masih pendinginan," ucapnya.
Tidak ada korban jiwa dan korban luka dalam peristiwa kebakaran kandang ayam tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran itu ditaksir Rp 1 Milyar.
"Kandang semi permanen bahannya seng dua tingkat, yang terbakar kurang lebih 90 persen, ayamnya ludes," tuturnya. ***