Minggu, 19 Juli 2026

Bunga Tabebuya Bermekaran di Jalanan Klaten Seperti Musim Semi di Jepang, Ini Manfaat Bunga Tabebuya yang Jarang Diketahui

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Rabu, 2 Oktober 2024 | 10:50 WIB
Bunga Tabebuya bermekaran disepanjang jalan Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Tim Portaloka.id)
Bunga Tabebuya bermekaran disepanjang jalan Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Tim Portaloka.id)

PORTALOKA.ID - Keindahan bunga tabebuya sedang menghiasi jalanan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu, 2 Oktober 2024.

Mekarnya bunga tabebuya menarik perhatian warga. Bunga tabebuya bermekaran di sepanjang jalan Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom.

Jalan sepanjang 200 meter di Desa Soropaten itu pun mendadak jadi lokasi wisata dan ramai pengunjung.

Banyak orang yang datang ke lokasi untuk melihat bunga tabebuya. Mereka juga bisa berswafoto sekaligus refreshing dengan keluarga dan teman.

Baca Juga: Klaten Rasa Jepang! Bunga Tabebuya Bermekaran di Jalan Desa Soropaten, Karanganom, Serasa Musim Semi di Negeri Sakura

Tabebuya atau Handroanthus chrysotrichus berasal dari negara Brasil. Pohon ini tumbuh di negara-negara Amerika, seperti Argentina, Meksiko, Bolivia, dan Suriname Selatan.

Tabebuya hidup di lingkungan tropis dan mampu tumbuh di lahan dengan iklim kering.

Tanaman ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam cuaca kering.

Tabebuya sering dikira sebagai tanaman Sakura karena kalau berbunga mirip bunga sakura.

Bunga Tabebuya bermekaran disepanjang jalan Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Tim Portaloka.id)

Daun pohon tabebuya tidak mudah rontok. Selain itu, akar tabebuya tidak merusak rumah meski berbatang keras. Saat musim berbunga, bunganya terlihat sangat indah dan lebat.

Dikutip dari uptpth.dishut.jatimprov.go.id, inilah sejumlah manfaat pohon bunga tabebuya.

Baca Juga: 4 Fakta Kronologi Sapi Limousin Mengamuk Kabur dari Kandang Lalu Masuk Sumur di Manisrenggo, Klaten

Mengobati Luka

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X