Sementara itu, Kadus 1 Desa Bulurejo, Nur Sangadi mengatakan tanah dan rumpun bambu yang longsor sepanjang 50 meter dengan lebar 5 meter.
Akibat dari peristiwa ini menyebabkan jalan alternatif yang menghubungkan satu kampung ke kambung yang lain jadi terganggu.
"Akses jalan tergangu, ini jalan alternatif, kalau jalan kaki masih bisa, tapi kalau sepeda motor lewat tidak bisa, bahaya, tanahnya labil setelah longsor" kata Nur Sangadi.
Nur Sangadi mengatakan apabila rumpun bambu tidak segera dibersihkan dapat menyebabkan banjir kalau intesitas curah hujan tinggi.
Baca Juga: Nomor Urut Calon Bupati dan Wakil Bupati Klaten Pilkada Serentak 2024
"Bahayanya kalau hujan deras kampung sini bisa banjir karena air sungai meluap."
"Sungai ini juga jadi irigasi persawahan wilayah Juwiring bagian timur, Desa Juwiran, Jetis, Gondangsari dan Kenaiban," ucapnya.
Setidaknya ada 2 dukuh yang terancam banjir kalau terjadi hujan deras dan rumpun bambu tidak segera dibersihkan.
"Kalau banjir 2 dukuh, Pulo Geda dan Pulo Cilik terancam kalau tidak dibersihkan."
"Kami ucapakan terimaksih pada pihak terkait sudah membantu membersihkan."
"Setelah hujan kemarin (Senin, 23 September 2024) terjadi longsor rumpun bambu, warga guyup rukun membersihkan rumpun yang menghalangi aliran sungai, supaya saat hujan tidak terjadi bencana," ucapnya. ***