Sudaryono pun mendorong petani untuk memanfaatkan kembali pemangsa alami hama tikus salah satunya burung hantu.
Hal itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya serangan hama tikus.
Petani hanya cukup memasang tiang setinggi 4 meter dengan rumah-rumahan burung.
Secara alami burung akan berada di tempat istu dan memangsa tikus.
"Kita hadir dalam rangka menyemangati petani di sini."
"Jangan kecewa, jangan pesimis, menyemangati untuk segera tanam."
"Tikus anggap saja akan datang, di fase sekarang sudah ada tikus jangan nunggu sudah tinggi, saking banyak tidak bisa dikendalikan."
"Mumpung masih tanam, tikus belum banyak, kita alokasikan untuk penanggulangan tikus."
"Seperti di Demak dan Sukoharjo itu menggunakan burung hantu."
"Jadi dibuatkan rumah burung hantu, ada banyak tadi, saya juga menginisiasi, saya langsung belikan burung hantunya sama rumahnya sekalian," ucap Wamen, Sudaryono.
Dalam kunjungan kerja itu Sudaryano juga memberikan sejumlah bantuan ke petani berupa benih, pupuh hingga traktor. ***