Sudaryono pun mendorong petani untuk memanfaatkan kembali pemangsa alami hama tikus salah satunya burung hantu.
Hal itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya serangan hama tikus.
Petani hanya cukup memasang tiang setinggi 4 meter dengan rumah-rumahan burung.
Secara alami burung akan berada di tempat istu dan memangsa tikus.
"Kita hadir dalam rangka menyemangati petani di sini."
"Jangan kecewa, jangan pesimis, menyemangati untuk segera tanam."
"Tikus anggap saja akan datang, di fase sekarang sudah ada tikus jangan nunggu sudah tinggi, saking banyak tidak bisa dikendalikan."
"Mumpung masih tanam, tikus belum banyak, kita alokasikan untuk penanggulangan tikus."
"Seperti di Demak dan Sukoharjo itu menggunakan burung hantu."
"Jadi dibuatkan rumah burung hantu, ada banyak tadi, saya juga menginisiasi, saya langsung belikan burung hantunya sama rumahnya sekalian," ucap Wamen, Sudaryono.
Dalam kunjungan kerja itu Sudaryano juga memberikan sejumlah bantuan ke petani berupa benih, pupuh hingga traktor. ***
Artikel Terkait
Nomor Urut Calon Bupati dan Wakil Bupati Klaten Pilkada Serentak 2024
3 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Deklarasi Kampanye Damai dan Ikrar Klaten Zero Knalpot Brong pada Pilkada 2024
400 Aparat Gabungan Diterjunkan untuk Pengamanan Penetapan Nomor Urut Paslon Bupati dan Wakil Bupati Klaten Pilkada 2024, Begini Penjelasan Kapolres
3 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Dikawal Pasukan Pengamanan Polres Klaten Selama Pilkada 2024, Kapolres: Melekat 24 Jam
Wamentan Sudaryono Dorong Klaten Jadi Contoh Daerah yang Bisa 3 Kali Panen dalam 1 Tahun