"Enggak bisa dijual sama sekali. Habis semuanya."
"Kerugian hampir puluhan juta karena sama sekali enggak bisa dipanen."
"Jagung ini juga enggak bisa untung. Modal ajah habis. Jadi rugi," kata Kepala Desa Klepu, Mustofa.
Baca Juga: Polres Klaten Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada Serentak 2024
Sementara itu, berdasarkan data dari petugas penyuluhan lapangan Kecamatan Ceper di Desa Klepu yang terdampak serangan hama tikus ada 3 hektar.
Dari jumlah tersebut 70 persen tanamannya sudah rusak dimakan tikus.
"Kalau untuk wilayah Desa Klepu sini, yang terkena itu sekitar 3 hektar lebih di blok sini. Terus yang di blok sana juga ada."
"Tanaman yang rusak sekitar 70%. Rusak masih bisa dipanen tapi kalau yang gagal panen masih di bawah 50% cuma di blok sana," kata Petugas Penyuluh Lapangan Kecamatan Ceper, Azizah Raida.
Untuk mengatasi serangan hama tikus diperlukan sinergitas dan kekompakan antar petani dalam upaya pembasmian dengan cara gropyokan tikus serentak.
Apabila usaha itu tidak dilakukan makan akan sulit untuk mengatasi hama tikus. ***