Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty menyatakan sampel makanan dan minuman telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah untuk diperiksa.
“Sampel makanan yang dimakan semua, dari yang tersedia di bank sampel, itu dibawa untuk diperiksa,” ujar Fusia.
Baca Juga: Pakai Bahasa Jawa, Anggota Parlemen Malaysia Kirim Pesan Soal Karhutla
Hasil pemeriksaan diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat tiga kali 24 jam, bergantung pada proses pengujian laboratorium.
Sementara itu, operasional SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang 01 dihentikan sementara selama 20 hari untuk evaluasi.
Penyebab kejadian masih menunggu hasil laboratorium, sehingga belum tepat menyimpulkan susu atau komponen menu tertentu sebagai sumber keracunan.***