Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty menyatakan sampel makanan dan minuman telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah untuk diperiksa.
“Sampel makanan yang dimakan semua, dari yang tersedia di bank sampel, itu dibawa untuk diperiksa,” ujar Fusia.
Baca Juga: Pakai Bahasa Jawa, Anggota Parlemen Malaysia Kirim Pesan Soal Karhutla
Hasil pemeriksaan diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat tiga kali 24 jam, bergantung pada proses pengujian laboratorium.
Sementara itu, operasional SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang 01 dihentikan sementara selama 20 hari untuk evaluasi.
Penyebab kejadian masih menunggu hasil laboratorium, sehingga belum tepat menyimpulkan susu atau komponen menu tertentu sebagai sumber keracunan.***
Artikel Terkait
Upacara Hari Santri 2026 di Pendopo Ciamis, Herdiat Ajak Santri Jaga Akhlak dan Kuasai Teknologi
Pakai Bahasa Jawa, Anggota Parlemen Malaysia Kirim Pesan Soal Karhutla
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perkuat Dukungan Pesantren di Hari Santri Nasional 2026
Tampil Gemilang di Kejurda FORBASI Jabar, MI Bojongsari Ciamis Pulang Bawa Medali
Keracunan MBG di Cirebon Tembus 331 Orang, 199 Pasien Dirawat Inap, Dapur SPPG Disuspend
Promedia Group Bawa Teknik Jurnalistik ke Pelatihan Relationship Manager Hana Bank
Dugaan Perundungan Siswa SMPN 6 Rajadesa Ciamis Mencuat, Begini Kronologinya
Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih, Legislator Minta Dikaji Ulang, Ingatkan Risiko yang Timbul
Cegah Radikalisme dan Kekerasan, Kesbangpol Ciamis Edukasi Siswa SMA Negeri 2 Ciamis
Disdik Ciamis Gandeng DPPKBP3A untuk Cegah Perundungan di Sekolah