PORTALOKA.ID - Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, dilaporkan berdampak pada 103 siswa, dengan satu siswa masih membutuhkan rawat inap berdasarkan data terakhir yang tersedia pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 21 Oktober 2026, setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Para siswa mengalami gejala berupa pusing, mual, dan sakit perut sehingga mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua.
Hingga Jumat ini, belum ditemukan pembaruan resmi yang memastikan perubahan jumlah korban maupun kondisi pasien terbaru.
Baca Juga: Keracunan MBG di Cirebon Tembus 331 Orang, 199 Pasien Dirawat Inap, Dapur SPPG Disuspend
103 Siswa Ditangani, Biaya Pengobatan Ditanggung Pemkab
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pemerintah daerah memprioritaskan penanganan kesehatan seluruh siswa terdampak.
“Kami memastikan bahwa siswa-siswi mendapatkan penanganan medis yang terbaik, yang tercepat dan tentunya semua biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.
Sebagian besar siswa dilaporkan dalam kondisi stabil dan dapat dipulangkan secara bertahap setelah menjalani observasi medis.
Satu siswa masih terindikasi membutuhkan rawat inap berdasarkan laporan penanganan awal.
Baca Juga: Chef Arnold Kritik Bisnis Dapur MBG, Singgung Investor yang Ingin Cepat Balik Modal
Penyebab Keracunan Masih Menunggu Hasil Laboratorium
Menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri atas nasi, telur, sayuran berupa wortel dan jagung, serta susu UHT.
Susu sempat menjadi dugaan awal, tetapi belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan jenis makanan atau minuman penyebab kejadian.