Dampaknya juga meluas ke sektor pendidikan dan ekonomi, termasuk kegiatan sekolah, pariwisata, pekerjaan perkebunan, serta aktivitas nelayan.
Ia mengusulkan agar pemerintah Malaysia menggunakan jalur diplomatik untuk mendorong Filipina, selaku Ketua ASEAN 2026, mengambil langkah regional yang lebih kuat.
Baca Juga: Malaysia-Singapura Keluhkan Asap Karhutla, Kepala Bakom RI: Kalau Tak Ada Asap, Kita Kirim Oksigen
Usulan tersebut mencakup penguatan penegakan hukum bersama, sistem peringatan dini berbasis pemantauan satelit, serta pembentukan tim tanggap darurat regional untuk menangani kebakaran.
Kalam juga mendorong penguatan Perjanjian ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas dan pembentukan dana regional untuk pencegahan kebakaran serta pemulihan lahan gambut.
Seruan itu menambah perhatian terhadap persoalan kabut asap yang membutuhkan koordinasi Indonesia, Malaysia, dan negara-negara ASEAN lainnya.***