Baca Juga: MBG Prasmanan Mulai Dibuka untuk Sekolah, BGN Ungkap Tahapan hingga Aturan Porsi
Selain itu, penyidik telah melakukan sejumlah langkah untuk mengungkap kejadian tersebut, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, hingga rekonstruksi.
Sampel darah dan lambung korban juga telah dikirim ke laboratorium forensik Polda Jawa Timur untuk pemeriksaan toksikologi.
Luthfie menegaskan, penyidik masih mengumpulkan hasil pemeriksaan yang diperlukan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
“Kami masih menunggu hasil dari Peksos atau kementerian dalam hal ini Lapsos (Lembaga Perlindungan Anak Sosial), termasuk juga masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi dari Bidlabfor Polda Jawa Timur,” jelas Luthfie.
Baca Juga: Pengusulan PIP 2026 Tahap 2 Dibuka, Simak Jadwal dan Kriteria Murid yang Diprioritaskan
Kasus ini menjadi sorotan usai ayah korban, Abdul Wahid, mengungkapkan bahwa anaknya, seorang penderita down syndrome yang masih berusia 10 tahun meninggal diduga jadi korban bullying.
Abdul Wahid menyebut bahwa saat ditemukan, anaknya dalam kondisi tersungkur jatuh dari kursi roda dengan lilitan tali sepatu di leher, serta diduga ada sabun colek di mulutnya.***