berita

Kepala SPPG Mekarjadi Sadananya Ciamis Buka Suara, Bantah Pecat Relawan hingga Ungkap Dugaan Ancaman

Kamis, 24 September 2026 | 21:13 WIB
Kepala SPPG Mekarjadi, Sadananya, Ciamis, Deni Maulana Dipraja (Ist)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Polemik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat masih terus bergulir.

Kepala SPPG Mekarjadi, Deni Maulana Dipraja buka suara dan mengklarifikasi sejumlah tudingan yang dialamatkan pada dirinya.

Dalam keterangan yang diterima Portaloka.id pada Kamis, 24 September 2026, Deni menegaskan, dirinya masih aktif menjabat sebagai Kepala SPPG Mekarjadi, Sadananya.

Ia menyayangkan adanya informasi yang menurutnya menggambarkan gaya kepemimpinannya sebagai persoalan, termasuk tudingan adanya relawan yang keluar akibat tindakan atau hukuman yang diberlakukannya.

Baca Juga: Nasabah BRI Infinite Prioritas Bisa Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles, Simak Caranya

“Yang pertama, atas dasar apa dan mana buktinya gaya kepemimpinan saya dinilai tidak baik?” kata Deni dalam keterangannya.

Menurut Deni, selama sekitar sembilan bulan pertama menjabat, sejak 19 Agustus 2025 hingga Maret 2026, dirinya justru mengedepankan pendekatan yang lembut dalam memimpin.

Ia membantah menggunakan kekerasan maupun hukuman sebagai pola utama kepemimpinannya.

“Gaya kepemimpinan saya selama sembilan bulan adalah lemah lembut. Tidak ada kekerasan, tidak ada hukuman. Saya dapat buktikan dengan data dan faktanya,” ujarnya.

Baca Juga: Kepala SPPG Mekarjadi Klaim Ditantang Berkelahi oleh Oknum Keluarga Mitra Dapur, Siapkan Laporan Polisi

Deni juga membantah jika dirinya disebut memiliki kewenangan untuk memberhentikan relawan secara sepihak.

Ia menjelaskan, Kepala SPPG menurutnya tidak memiliki kewenangan langsung untuk memberhentikan relawan. Keputusan tersebut berada pada pihak mitra atau yayasan melalui mekanisme yang berlaku.

“Relawan hanya bisa diberhentikan oleh pihak mitra ataupun yayasan. Itu juga memang atas persetujuan saya. Kalau saya tidak setuju untuk dikeluarkan, maka saya tidak bisa mengamini pemberhentian tersebut,” katanya.

Deni kemudian mempertanyakan tudingan bahwa ada relawan yang keluar akibat gaya kepemimpinannya.

Halaman:

Tags

Terkini