“Harapan saya sebagai kepala sekolah, pelaksanaan program ini bisa kembali berjalan. Anak-anak di sekolah kami merasakan manfaat yang luar biasa dan sangat menantikan adanya MBG,” ungkap Lilis.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab penghentian sementara distribusi dari SPPG Mekarjadi. Pihak sekolah hanya menerima pemberitahuan melalui pesan WhatsApp pada Selasa sekitar pukul 15.00 WIB mengenai penghentian sementara penyaluran makanan hingga waktu yang belum ditentukan.
Menindaklanjuti pemberitahuan tersebut, pihak sekolah segera menyampaikan informasi kepada para siswa agar membawa bekal makanan dari rumah masing-masing selama distribusi MBG belum kembali berjalan.
Menurut Lilis, pihak sekolah belum memperoleh kepastian mengenai batas waktu penghentian sementara maupun jadwal dimulainya kembali distribusi makanan.
“Kami berharap persoalan ini segera selesai sehingga pendistribusian MBG ke SMPN 1 Sadananya bisa kembali normal. Untuk sementara, kami mengimbau siswa membawa bekal dari rumah sampai ada informasi lebih lanjut,” katanya.
Lilis menambahkan, keberadaan program MBG sangat membantu pemenuhan kebutuhan makan siswa, terutama bagi anak-anak yang terkadang belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
Baca Juga: BGN Hentikan Permanen 4 SPPG, Salah Satunya Bikin Ratusan Siswa Keracunan MBG
Dengan adanya penghentian sementara tersebut, pihak sekolah berharap penyelesaian persoalan di tingkat pengelola dapat segera dilakukan tanpa mengabaikan kepentingan para siswa sebagai penerima manfaat.
Pihak sekolah pun menunggu informasi resmi mengenai kelanjutan program tersebut sembari memastikan para siswa tetap mendapatkan perhatian selama masa penghentian distribusi.
Hingga kini, penyelesaian polemik internal SPPG Mekarjadi masih menunggu proses dan keputusan dari pihak berwenang.
Pihak Kecamatan Sadananya menyatakan tetap menjalankan fungsi pengawasan dan koordinasi, sedangkan pihak sekolah berharap pelayanan MBG segera kembali berlangsung demi memenuhi kebutuhan para siswa.***