Baca Juga: 750 Siswa dan Guru Keracunan MBG, Alami Mual hingga Diare, SPPG di Lasem Rembang Minta Maaf
“Makanya perlu saling memahami dan saling berkoordinasi. Kalau ada makanan yang tidak layak, harus segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti,” katanya.
Ia berharap persoalan makanan yang tidak layak tidak sampai menimbulkan dampak terhadap kesehatan siswa. Untuk itu, pemeriksaan makanan sebelum dibagikan harus menjadi perhatian bersama.
Program MBG sendiri ditujukan untuk memberikan makanan bergizi kepada penerima manfaat, termasuk peserta didik. Karena itu, kualitas dan kelayakan makanan menjadi bagian penting yang harus dijaga sejak makanan diproduksi oleh dapur hingga diterima dan dikonsumsi siswa.
Korwil UPT Pendidikan Pamarican menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan tanggung jawab bersama. Dapur penyedia wajib memastikan makanan yang dikirim memenuhi kelayakan, sedangkan sekolah berkewajiban melakukan identifikasi sebelum makanan diberikan kepada siswa.***