PORTALOKA.ID - Mahfud MD turut menyoroti sayembara tangkap begal yang diumumkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Mantan Menko Polhukam itu bahkan menyebut, sayembara tersebut seharusnya tidak boleh dilakukan.
Mahfud MD menegaskan bahwa harus ada ketegasan agar tidak ada celah untuk toleransi.
“Pak Yusril mengatakan sebaiknya tidak dilakukan, kalau saya seharusnya tidak dilakukan,” ucap Mahfud dalam siniar yang tayang di YouTube Mahfud MD Official, dikutip pada Rabu, 29 Juli 2026.
Ia beralasan, sayembara tersebut dapat menimbulkan anarkisme di tengah masyarakat.
“Itu tidak boleh karena akan menimbulkan anarki di dalam masyarakat,” imbuhnya.
Berpotensi Salah Sasaran
Mahfud kemudian memberi contoh kemungkinan salah sasaran hanya dengan satu teriakan provokasi.
“Bisa aja orang berjalan biasa lalu dikeroyok ramai-ramai, ada yang berteriak maling gitu padahal dia bukan. Bisa aja nanti abis dikeroyok, diserahkan, ternyata bukan,” ujar Mahfud lagi.
Lebih lanjut, Mahfud menceritakan pengalaman pribadinya yang sempat dituduh mencuri HP.
“Saya pernah saat bawa mobil sendiri, ketemu di warung dengan orang yang baru turun dari bus, terus ada yang bertanya, ‘Eh kamu bawa HP saya’, dipegang sama orang dan dia cerita membantah sampai datang rombongan maling ini,” papar Mahfud.
“Malah yang punya HP ini dihajar. Lalu enggak bisa kayak gitu, orang nyuruh nangkap di tengah jalan. Harus ada aparat, kalau kurang, angkat lagi aparat. Namanya negara hukum,” tegasnya.