"Dimulai dari ruang kelas 6, lalu kelas 5, ruang guru, dan kelas 4," sebut Juwariyah dikutip dalam keterangannya, pada Kamis, 23 Juli 2026.
Sejauh ini, kegiatan belajar mengajar kini dialihkan secara bergiliran ke ruang kelas yang masih layak, ruang bersekat, dan musala.
Juwariyah menyebut konstruksi bangunan sudah usang dimakan usia yang dipicu rayap.
Pada akhirnya, kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian Pemkab Grobogan hingga Kementerian Pendidikan untuk realisasi perbaikan sekolah tersebut.***