Terungkap Pernah Kirim Ancaman Bom ke RT
Sementara menurut hasil pengembangan penyidikan, terungkap bahwa MY pernah mengirim pesan serupa ke ketua RT di tempat tinggalnya.
“Sebelumnya pernah mengirim WhatsApp yang sama ke Ketua RT, bukan dalam waktu yang berdekatan,” ungkap Iman.
“Tidak sempat dilaporkan ke polisi karen Ketua RT mengenal pelaku secara pribadi dan langsung menyelesaikan masalah tersebut lewat komunikasi personal,” imbuhnya.
Tindakan tersebut kemudian baru terungkap saat penyelidikan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.
Kasus Ancaman Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi
Teror bom bermula saat kegiatan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026.
MY mengirim pesan ancaman telah menyiapkan 11 titik bom yang siap meledak kepada guru dan staf TU sekolah.
Para siswa kemudian dipulangkan dan tim gabungan dari Gegana bersama Densus 88 Anti Teror Polri melakukan penyisiran selama kurang lebih 4 jam di lingkungan sekolah.
Berdasarkan hasil penyisiran, tidak ditemukan benda mencurigakan dan sekolah sudah dinyatakan aman untuk berkegiatan.
Adapun seorang warga berinisial MY yang tinggal di dekat sekolah ditangkap polisi dan diduga sebagai pelaku pengirim pesan ancaman bom kepada guru.***