Selasa, 14 Juli 2026

Baru Terungkap, Polisi Sebut Peneror SDN Srengseng Sawah Pernah Kirim Ancaman Bom ke Ketua RT

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Selasa, 14 Juli 2026 | 12:05 WIB
Polisi dalami motif pelaku mengirim pesan ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (polri.go.id)
Polisi dalami motif pelaku mengirim pesan ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (polri.go.id)

PORTALOKA.ID - Motif pelaku teror ancaman bom yang ditujukan ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan masih terus diselidiki oleh Polda Metro Jaya.

Hal tersebut tetap dilakukan meski pelaku sempat menyebut bahwa aksi teror bomnya itu hanya karena iseng.

“Satu orang yang melakukan, untuk motif dari pelaku sementara hasil dari permintaan keterangan yang bersangkutan, yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja,” ucap Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imannudin kepada awak media pada Senin, 13 Juli 2026.

Dalami Latar Belakang Pelaku hingga Pemeriksaan Kejiwaan

Latar belakang pelaku, kata Iman juga diperiksa oleh kepolisian untuk mengungkap motif utama aksi teror yang dilakukannya.

Baca Juga: Tim Hotman Paris Cium Kejanggalan dalam Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tengah: Izin Berlapis saat akan Temui Korban

“Kami tidak percaya begitu saja dan kami terus melakukan pendalaman terhadap pelaku, kemudian background pelaku, dan keterhubungan pelaku dengan pihak-pihak lain,” jelas Iman lagi.

Unsur kemungkinan ada kekecewaan pribadi yang dirasakan oleh terduga pelaku, kata Iman juga sempat diselidiki.

“Temuan awal hasil penyelidikan atau penyidikan kami, sementara hanya menyampaikan karena keisengan,” tambahnya.

“Tapi sempat juga menyampaikan ada kekecewaan secara pribadi, tapi kekecewaan dalam hidupnya, bukan terhadap sekolah,” sambungnya.

Baca Juga: MATAMUDA MI Islamiyah Mojokampung Bojonegoro 2026/2027 Resmi Dibuka, Tanamkan Karakter Islami dan Semangat Belajar Sejak Hari Pertama

Pendalaman lain menguak motif yang sebenarnya adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan terduga pelaku.

Polisi melibatkan psikologi forensik dan menggunakan metode scientific crime investigation (SCI) terkait kasus tersebut.

“Untuk mengungkap dan menggali secara komprehensif motif maupun keterlibatan pelaku, penyidik akan melibatkan psikologi forensik dan menerapkan metode scientific crime investigation melalui pemeriksaan barang bukti digital, analisis forensik serta pendekatan ilmiah lainnya,” terang Kanit Krimum Polres Metro Jaksel Ipda Alpino De Tech kepada awak media di Mapolres Metro Jaksel pada Senin, 13 Juli 2026.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X