berita

Skandal Wafatnya dr. Icha Jadi Sorotan, Polisi Dalami Dugaan Intimidasi terhadap Dokter

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:11 WIB
Kemenkes dan polisi dalami kasus kematian dr. Icha (Dok. Kemenkes)

Polisi dan Kemenkes Dalami Kasus dr. Icha

Kasus dr. Icha kini ditangani melalui penyelidikan kepolisian dan investigasi Kementerian Kesehatan.

Terlebih, Polres TTU dilaporkan telah berkoordinasi dengan ahli pidana dan psikologi untuk mengkaji dugaan intimidasi tersebut.

Di sisi lain, Direktorat Jenderal SDM Kesehatan bersama Inspektorat Jenderal Kemenkes menggandeng pemerintah daerah, organisasi profesi, aparat penegak hukum, dan rumah sakit guna memastikan proses berjalan transparan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman memastikan hal tersebut agar investigasi ihwal dugaan intimidasi yang dialami dr. Icha kian terang.

Baca Juga: Update Kondisi YTR Korban Penyekapan Taufik Hidayat di Bandung: Masih Fokus Pulihkan Kondisi Umum dan Psikis

"Tidak boleh ada intimidasi, tekanan, ataupun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan," kata Aji dalam keterangannya, pada 28 Juni 2026.

Apa Dampak Kasus dr. Icha bagi Perlindungan Nakes?

Menilik lebih jauh, kasus dr. Icha memicu diskusi mengenai pentingnya perlindungan hukum dan keamanan kerja tenaga kesehatan (nakes) saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Berkaca dari hal itu, sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin pernah mengungkapkan terdapat 733 kasus perundungan, termasuk kekerasan verbal terhadap nakes yang berasal dari fasilitas dan institusi di bawah naungan Kemenkes.

Budi menyatakan, angka itu merupakan hasil verifikasi dari 2.920 laporan yang masuk ke kanal pengaduan Kementerian Kesehatan hingga 15 Agustus 2025 lalu.

"Dari total laporan yang kami terima, setelah disortir dan diverifikasi, ada 733 laporan yang termasuk kategori perundungan," kata Menkes Budi dalam keterangannya di Bandung, pada Agustus 2025 lalu.

Baca Juga: Keren! Ciamis Raih WTP ke-13 dari BPK, Bupati Herdiat: Ini Bukan Garis Akhir

Menurut data Kemenkes, mayoritas kasus berasal dari fasilitas dan institusi di bawah naungan kementerian, yakni 433 kasus.

Laporan lain datang dari rumah sakit non-Kemenkes (84 kasus), fakultas kedokteran (84 kasus), serta laporan tanpa identitas institusi (34 kasus).

Halaman:

Tags

Terkini