Pada malam harinya, rekan kerja mencoba menghubungi dr. Icha tetapi tidak mendapat respons.
Mereka kemudian mendatangi tempat tinggalnya dan menemukan dr. Icha dalam kondisi lemah sehingga dibawa kembali ke RS Leona untuk mendapatkan perawatan.
Saat itu, dr. Icha sempat menjalani perawatan selama sekitar 6 hari, ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Kabupaten Kupang, NTT, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Pihak keluarga almarhumah dr. Icha kini membantah kabar yang menyebutkan dokter muda tersebut pernah melakukan percobaan bunuh diri sebelum meninggal dunia.
Terpisah, paman dr. Icha, Fabianus Banase, menegaskan informasi tersebut tidak benar dan menyebutnya sebagai fitnah yang mencemarkan nama baik almarhumah.
Baca Juga: 5 Peserta SPPI Kopdes Meninggal Dunia, Kemhan Ungkap Riwayat Penyakitnya
"Kami menerima informasi mengenai beredarnya kabar yang menyebutkan dr. Icha pernah melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya," kata Fabianus dalam keterangannya, pada Senin, 29 Juni 2026.
"Kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah fitnah keji dan berita bohong semata," tambahnya.
Apa Penyebab Dugaan Intimidasi terhadap dr. Icha?
Kasus yang mengiringi kabar wafatnya dr. Icha menjadi perhatian publik, setelah dugaan intimidasi itu disebut melibatkan 3 anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara.
Skandal ini kian menjadi sorotan usai beredar pernyataan dari Ketua Tim Keracunan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, dr. Trimaharani dalam postingan Threads @maharani234, pada Minggu, 28 Juni 2026.
"Ia dok saya dikonsuli dan dr. Icha sudah menjalankan semua advis saya dengan benar dan tepat," kata Trimaharani.
"Kasus ini tidak butuh antibisa karena fase lokal, semoga tidak ada kriminalisasi lagi terhadap dokter dan juga pengancaman lagi terhadap pekerjaan mulia kita," tambahnya.
Baca Juga: Lebaran Yatim LPYP Maleber Ciamis Berlangsung Meriah, Ada Santunan, Makan Bersama hingga Pentas Seni
Setelah ramainya dugaan tersebut, polisi mengumpulkan alat bukti, memeriksa tenaga kesehatan yang bertugas saat kejadian, serta meminta klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut dalam laporan keluarga guna memastikan rangkaian peristiwa secara objektif.