berita

Gencar Tayangkan Berita Korupsi, Sejumlah Media Mitra Promedia Group Diserang DDos!

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:38 WIB
Ilustrasi - Media mitra Promedia diserang DDos diduga gegara beritakan kasus korupsi (Ist)

PORTALOKA.ID - Sedikitnya delapan media yang tergabung dalam ekosistem Promedia Group menjadi sasaran serangan siber Distributed Denial of Service (DDoS) dalam sepekan terakhir.

Sejumlah serangan bahkan terindikasi mengarah langsung pada URL atau artikel tertentu yang memuat pemberitaan dugaan tindak pidana korupsi.

Media yang terdampak antara lain Riausatu.com, Sawitku.id, Jatimnetwork.com, Suara Merdeka Solo, Berita Senator, Kabarindo, Alifnews, dan Poros Jakarta.

CEO Promedia Group Agus Sulistriyono menilai pola serangan tersebut tidak bisa dianggap sebagai gangguan teknis biasa. Apalagi sebagian serangan mengarah pada artikel-artikel yang mengangkat dugaan kasus korupsi.

Baca Juga: CEO Promedia Group Beri Saran Perbaikan Pengelolaan MBG, Salah Satunya Libatkan Kantin Sekolah

"Kami melihat ada pola yang patut diduga berkaitan dengan pemberitaan tertentu. Kalau ada pihak yang keberatan terhadap sebuah berita, tempuh mekanisme pers. Hubungi redaksi, gunakan hak jawab, atau komunikasikan dengan Promedia. Jangan menggunakan cara-cara kriminal," kata Agus di Bandung, Selasa 23 Juni 2026.

Menurut Agus, Promedia bertanggung jawab terhadap keamanan teknologi informasi media-media yang berada dalam ekosistemnya.

Karena itu, pihak yang merasa keberatan terhadap suatu konten juga dapat berkomunikasi langsung dengan Promedia Group.

Lebih dari 160 Juta Request

Direktur Teknologi Informasi Promedia Group, Rahmad Maulana mengatakan selama tujuh hari terakhir serangan yang masuk ke sejumlah media anggota mencapai lebih dari 160 juta request.

Baca Juga: KDM Minta Sekolah Swasta Beri Akses bagi Siswa Tak Mampu, Pemprov Bantu Biaya Pendidikan Murid Rp2,7 Juta

Salah satu serangan terbesar terjadi pada Poros Jakarta yang menerima sekitar 32 juta request dalam satu gelombang serangan pada Senin (22/6).

"Serangan DDoS dilakukan dengan membanjiri server menggunakan sejumlah besar request secara simultan. Tim kami telah mendokumentasikan seluruh jejak digital serangan dan terus melakukan mitigasi untuk memastikan layanan media tetap berjalan normal," kata Rahmad.

Menurut Rahmad, sejumlah bukti teknis telah dikumpulkan dan tengah dianalisis lebih lanjut.

Halaman:

Tags

Terkini