Tak Rela Pajak Diurus Pejabat Mesum
Dalam orasinya, Dadang menilai dugaan perilaku amoral yang dilakukan pejabat publik berpotensi berdampak pada pelayanan.
Terkhusus, terkait penggunaan anggaran pemerintah daerah yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.
"Yang namanya pejabat publik melakukan perbuatan amoral, nantinya bisa berimbas kepada masyarakat," jelasnya.
"Jangan seenaknya, mereka itu digaji dari uang rakyat dan pajak masyarakat," tegas Dadang.
Saat aksi berlangsung, massa meminta agar Bupati Kuningan turun langsung menemui mereka.
Ancam Bawa Jumlah Massa Lebih Besar
Dadang memastikan, pihaknya mengancam akan menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak direspons.
"Kalau Pak Bupati hari ini tidak hadir, saya pastikan minggu depan akan melakukan aksi yang lebih besar lagi sampai Pak Bupati hadir menerima kami," ujar Dadang.
Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai atribut dan melakukan aksi simbolik dengan mengangkat celana dalam sebagai bentuk sindiran terhadap oknum pejabat mesum.
Hingga berita ini terbit, belum ada respons dari otoritas Pemerintah Kabupaten Kuningan terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi damai 'Seribu Cangcut' itu.***