berita

Ungkap Awal Mula Diskusi Publik di UGM Berujung Ricuh, Mahasiswa Ingatkan Pejabat Agar Tak Melulu Salahkan Publik

Rabu, 17 Juni 2026 | 06:14 WIB
Menyoroti penuturan serikat mahasiswa UGM terkait diskusi publik yang diisi Nusron Wahid cs berujung ricuh. (Instagram.com/@semaugm.official)

PORTALOKA.ID - Belum selesai, sebagian publik berpaling dari pembahasan ihwal insiden kerusuhan yang terjadi dalam acara diskusi publik di Joglo GIK UGM, Yogyakarta, pada Senin, 15 Juni 2026.

Sebelumnya, diskusi itu diisi oleh 3 pejabat, yakni Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko.

Sedikit catatan, forum diskusi Nusron Wahid cs itu bertemakan 'Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia'.

Hal yang sempat menjadi sorotan publik, yakni saat massa mahasiswa berupaya untuk menghentikan dialog terbuka di UGM tersebut, hingga akhirnya terjadi kerusuhan.

Baca Juga: Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Ngaku Temukan Alat Pelacak Tersembunyi Tertanam di Mobilnya Sepulang dari Aksi Gejayan

Terkait hal itu, kini pihak Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM menjelaskan terkait pemicu para mahasiswa naik ke podium, hingga ingin menghentikan jalannya diskusi.

Sorot Ucapan: Kritik Langsung, Bukan di Medsos

Terlihat dalam unggahan Instagram resminya, @semaugm.official pada Selasa, 16 Juni 2026, SEMA UGM membeberkan ucapan Nusron Wahid cs yang dinilai menantang publik.

Mahasiswa UGM menyoroti ucapan ketiga pejabat itu yang ingin masyarakat mengutarakan kritik secara langsung, daripada berpendapat di media sosial (medsos).

"Kami terpantik ketika mereka bertiga di podium menantang publik untuk 'mengkritik secara langsung, bukan di sosial media'," tulis SEMA UGM.

Baca Juga: Ubah Sawahnya Jadi Tambak Udang, Pemuda Asal Batang Jadi Tersangka Alih Fungsi Lahan dengan Ancaman Denda Rp1 M

Ingatkan Pejabat Agar Tak Salahkan Publik

Dalam keterangannya, SEMA UGM mengingatkan agar para pejabat pemerintah agar tidak mudah menyalahkan publik dalam berbagai situasi.

Mahasiswa menilai, pemerintah tengah mengalami persoalan serius dalam tata kelola negara.

Halaman:

Tags

Terkini