PORTALOKA.ID - Sebagian masyarakat di Jawa Barat (Jabar) tengah ramai menyoroti muncul berbagai persoalan yang mewarnai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Sebelumnya, program yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar itu telah memicu gelombang keluhan orang tua siswa terkait masalah verifikasi, gangguan sistem dalam Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) di lapangan.
Bahkan, sebagian orang tua peserta SPMB di Jabar itu mengaku kebingungan saat memahami saat mekanisme pendaftaran SPMB 2026 tersebut.
Buntut dari persoalan ini, terjadi aksi protes di Kantor Disdik Jabar, pada 9 Juni 2026.
Baca Juga: SPMB 2026/2027 Dibanjiri Aduan, Sudin Pendidikan Jakbar Siagakan Posko di 238 Sekolah
Sejumlah massa aksi mengeluhkan sistem SPMB yang begitu alot, sehingga menimbulkan ketidakpahaman antara orang tua murid terkait sistem tersebut.
Menyikapi persoalan itu, Wasekjen Ormas Laskar Benteng Indonesia (LBI), Eri Kurnia Febri Fahrozi, S.E angkat bicara.
Eri mengungkapkan, sebagian orang tua siswa mengeluhkan ketidakjelasan Disdik Jabar menyikapi berbagai persoalan yang dialami para peserta SPMB 2026.
"Banyak orang tua murid hadir ke Disdik Jabar untuk konfirmasi hal tersebut akan tetapi di sana mereka malah menerima sikap yang tidak jelas dari pihak Disdik," kata Eri dalam keterangannya, pada Rabu, 10 Juni 2026.
"Dan sampai gubernur pun turun tangan ke lokasi, alhasil ditemukan beberapa hal yang menurut gubernur ada kesalahan dalam pembuatan sistem," sambungnya.
Minta Kadisdik Jabar Dicopot
Dalam penuturannya, Eri meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyani untuk mencopot Purwanto sebagai Kadisdik Jabar atas polemik yang terjadi dalam pelaksanaan SPMB 2026.
"Tidak mungkin hal tersebut tidak menjadi tanggung jawab seorang pimpinan di lingkungaan dinas terkait," tegas Eri.