“Dewan juri, izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B,” jelas salah satu siswa SMAN 1 Pontianak.
Ia juga meminta pertimbangan dari penonton yang ada di studio untuk membuktikan bahwa timnya sudah menyebut DPD dalam jawabannya.
Baca Juga: Tega! Guru di Jakarta Gadaikan Laptop Murid, Diduga Punya Utang Pinjol
Respons Juri dan MC jadi Sorotan
Warganet geram karena selanjutnya, juri dan MC memberikan respons bahwa keputusan sepenuhnya pada juri tanpa melakukan pengecekan.
Bahkan, salah satu juri menyebut bahwa artikulasi harus jelas agar juri tidak salah.
“Keputusan saya kira di dewan juri, ya,” ujar Dyastasita.
“Baik adik-adik, keputusan di dewan juri karena dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengar jawaban dari adik-adik. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti bisa dilihat tayangan ulangnya,” jelas MC lomba.
Sementara juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi Indri Wahyuni menegaskan bahwa saat menjawab, artikulasi harus terdengar jelas.
“Begini, kan sudah diperingatkan dari awal bahwa artikulasi itu penting. Jadi, biasakan menjawab dengan artikulasi yang jelas, kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak karena mendengar artikulasi yang tidak jelas, ya itu artinya dewan juri berhak memberi nilai minus 5,” paparnya.
Akun Media Sosial MPR RI Digeruduk Warganet
Usai video tersebut viral, akun Instagram resmi MPR RI terlihat ramai komentar dari warganet yang turut mempertanyakan objektivitas juri.
Dalam unggahan mengenai jadwal pelaksanaan LCC 4 Pilar, setidaknya ada lebih dari 1.600 komentar.
Tak sedikit komentar yang menyoroti kesamaan substansi jawaban dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas hingga menyayangkan respons juri maupun MC.