Baca Juga: LUAR BIASA! Feby Yuliasari, Pejuang Silat MTsS Janggala Ciamis, Pamit dengan Medali Emas dan Perak
Disebut demi Tegakkan Disiplin
Secara terpisah, Kepala SMKN 2 Garut, Nur Fuqon, membenarkan adanya kejadian yang dialami para siswinya.
Fuqon menyebut, tindakan oknum guru tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kedisiplinan siswa.
"Pemotongan rambut dilakukan karena ada laporan dari wali kelas dan masyarakat terkait siswa yang mewarnai rambut," ungkap Fuqon dalam keterangannya, pada Selasa, 5 Mei 2026.
"Guru merasa bertanggung jawab karena selama di sekolah, siswa menjadi tanggung jawab kami," tegasnya.
Di sisi lain, pihak sekolah mengakui telah mengambil langkah penyelesaian secara kekeluargaan.
Hal tersebut, salah satunya dengan cara meminta maaf kepada orang tua dan para siswi, serta berupaya bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
"Sekolah sudah meminta maaf kepada orang tua dan siswi, serta berupaya memperbaiki kondisi rambut yang telah dipotong," tandas Fuqon.***