berita

Mensesneg Sebut Ada Peran Sufmi Dasco Dibalik Kunjungan Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta Api dan Rencana Perbaikan Perlintasan KA

Kamis, 30 April 2026 | 13:48 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco tinjau TKP kecelakaan kereta api (Ist)

PORTALOKA.ID - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menghubungi Presiden pada Senin malam, usai dasco meninjau langsung lokasi kecelakaan KRL Commuter Line dan Kereta Rel Diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Dasco melalui sambungan telepon, kepada Presiden, langsung menyampaikan situasi korban dan adanya aspirasi yang disampaikan Walikota Bekasi dan Kapolda metro jaya terkait pembangunan jembatan layang (flyover) di perlintasan kereta api dan pos penjagaan serta kondisi sarana perkeretaapian seperti minimnya palang pintu perlintasan kereta kepada Presiden Prabowo.

Dasco juga menyampaikan upaya penyelesaian masalah jangka panjang dengan mengusulkan percepatan pembangunan flyover Bulak Kapal di Bekasi yang sebelumnya terhambat anggaran.

Dasco disebut sudah menyampaikan hal tersebut kepada Presiden dan Presiden sudah menyetujuinya.

Baca Juga: Seorang Ibu Ungkap Anaknya Jadi Malaikat Penyelamat hingga Akhirnya Terhindar dari Insiden Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi

Menurut Pras, Dasco langsung menyampaikan kepada Presiden terkait dengan adanya aspirasi yang diterima oleh Pimpinan DPR tersebut. Sehingga Presiden langsung merespon cepat dengan menjenguk korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi serta respon cepat pemerintah yang langsung menyiapkan anggaran Rp 4 Triliun untuk Perbaiki 1.800 Perlintasan Kereta di Pulau Jawa.

“Wakil ketua DPR RI, Pak Dasco langsung menghubungi bapak Presiden pada malam adanya insiden kecelakaan KA Di Bekasi, Dari hasil komunikasi tersebut akhirnya Bapak Presiden langsung meninjau korban dan menyiapkan anggaran perbaikan sarana perkeretaapian.” ujar Mensesneg, Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis, 30 April 2026.

Prasetyo Hadi menyebut Presiden sudah memberikan arahan langsung agar korban kecelakaan kereta di Bekasi ditangani maksimal dan menyoroti aspek teknologi serta kondisi sarana perkeretaapian. Serta dipikirkan langkah antisipasi sehinga hal-hal tersebut tidak terjadi Kembali.

Sebelumnya, Pemerintah memastikan proyek pembangunan jembatan layang (flyover) di perlintasan kereta api akan dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: Cegah Kecelakaan Kereta, Pemerintah dan KAI Tertibkan Perlintasan Sebidang hingga Kebut Proyek DDT

“Ada sekitar 1.800 titik lintasan seperti ini, saya kira sejak zaman Belanda, dan saya sudah perintahkan segera diperbaiki semua,” ujar Prabowo di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi pada Selasa, 28 April 2026.

Prabowo menuturkan, pemerintah tengah menyiapkan langkah perbaikan menyeluruh, termasuk opsi penambahan penjagaan maupun sistem pengamanan lainnya di setiap titik rawan. Bentuknya bisa pos jaga atau lainnya, kata Prabowo, pelaksanaannya akan ditentukan.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran besar yang difokuskan pada peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian.

“Kami perhitungkan hampir Rp 4 triliun demi keselamatan. Ini sangat penting dan perlu. Sekarang saatnya sudah perlu perbaikan, sudah berapa puluh tahun belum dilaksanakan, jadi sekarang dilaksanakan," ucap Prabowo.

Halaman:

Tags

Terkini