berita

Investasi Rp498 Triliun Jadi Bukti Nyata Hilirisasi, Strategi Pemerintah Buahkan Hasil

Jumat, 24 April 2026 | 08:11 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Ist)

PORTALOKA.ID - Realisasi investasi pada triwulan I-2026 menjadi penanda kuat bahwa arah kebijakan hilirisasi yang didorong Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata.

Pemerintah berupaya memastikan sumber daya alam (SDA) tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah, melainkan diolah di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Data terbaru Kementerian Investasi menunjukkan total realisasi investasi mencapai Rp 498,8 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan.

Dari jumlah tersebut, sektor hilirisasi menyumbang Rp 147,5 triliun atau naik 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Investasi Masuk Indonesia Capai Rp 498,8 T di Triwulan I 2026, Buka 706 Ribu Lapangan Kerja

Angka ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap industri pengolahan, sejalan dengan strategi transformasi ekonomi yang sedang dijalankan pemerintah.

Dominasi penanaman modal asing (PMA) kembali terlihat pada periode ini. Nilainya mencapai Rp 250 triliun atau 50,1 persen dari total investasi, sedikit melampaui penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 248,8 triliun.

Kondisi ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.

“Ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan ekonomi nasional sudah berada di jalur yang benar, sekaligus menunjukkan kepercayaan investor yang semakin tebal terhadap agenda transformasi ekonomi Indonesia,” ujar Direktur NEXT Indonesia Center, Christiantoko, di Jakarta, Kamis (23/4).

Baca Juga: Indonesia Ekspor 250.000 Ton Pupuk Urea ke Australia, PM Albanese Sampaikan Terima Kasih ke Prabowo

Menurut Christiantoko, sektor hilirisasi menyerap 29,6 persen dari total investasi nasional. Dari angka tersebut, sekitar 66,7 persen atau Rp 98,4 triliun berasal dari PMA.

“Angka ini menunjukkan investor semakin serius menanamkan modal pada proyek pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi, sejalan dengan target pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah,” ujarnya.

Kontribusi terbesar dalam hilirisasi datang dari sektor mineral dengan nilai Rp 98,3 triliun. Komoditas nikel masih menjadi primadona dengan investasi mencapai Rp 41,5 triliun.

Selain itu, sektor tembaga mencatat Rp 20,7 triliun, besi baja Rp 17 triliun, serta bauksit sebesar Rp 13,7 triliun.

Halaman:

Tags

Terkini