berita

ABKIN Gelar Seminar Nasional dan Halal Bi Halal Bertema Revitalisasi Harmoni Keluarga

Sabtu, 11 April 2026 | 20:23 WIB
Halal bi halal dan seminar nasional ABKIN (Ist)

"Kita perlu terus mendiseminasikan dan mengembangkan konseling Indonesia, bukan sekadar konseling di Indonesia," tegasnya.

Saat ini, terdapat tiga disertasi yang sedang memvalidasi pendekatan ini lebih lanjut.

Baca Juga: PGMM Siap Kepung Gedung DPR, Suarakan 2 Tuntutan Guru Madrasah Swasta, Salah Satunya soal PPPK

Paparan Narasumber II: Mindful Parenting dan Harmoni Keluarga

Dr. Arri Handayani, S.Psi., M.Si. (Dekan FIP UPGRIS) mempresentasikan integrasi mawas diri dengan mindful parenting. Ia menyoroti fenomena orang tua yang hadir secara fisik namun absen secara psikis.

Menurutnya, harmoni keluarga adalah kemampuan mengelola konflik secara konstruktif melalui komunikasi terbuka dan dukungan psikologis yang tulus.

"Bukan anak yang harus diubah sendirian, tetapi orang tua yang mawas diri terlebih dahulu terhadap apa yang terjadi dalam interaksi mereka bersama anak," jelas Dr. Arri.

Baca Juga: Kemenag Usul Tambah Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Madrasah dan Sekolah Keagamaan, Salah Satunya Bantuan Buku Tulis Gratis

Mauidhoh Hasanah: Ramadhan sebagai Training Center

Prof. Dr. Ali Murtadho, M.Pd. menguraikan bahwa Ramadhan adalah "Training Center" kehidupan untuk melatih tiga nilai utama: amanah (kejujuran), pengendalian diri, dan rasa syukur.

Ia menekankan bahwa Halal Bi Halal adalah tradisi khas Indonesia untuk menyempurnakan hubungan antarmanusia melalui proses saling memaafkan.

Signifikansi dan Arah ke Depan

Seminar ini memperkuat legitimasi konseling berbasis kearifan lokal (indigenous counseling) sebagai alternatif teoretis yang relevan bagi masyarakat Indonesia.

PB ABKIN berharap model kolaborasi lintas institusi ini dapat direplikasi oleh pengurus daerah di seluruh Indonesia untuk memperkuat ekosistem BK nasional.***

Halaman:

Tags

Terkini