berita

Dari Absensi ke Prestasi, Guru Besar Trisakti: WFH Ubah Paradigma Kerja ASN

Kamis, 2 April 2026 | 15:27 WIB
Ilustrasi - Respons Guru Besar Trisakti soal kebijakan WFH bagi ASN (Web Pemkab Bangka Tengah)

PORTALOKA.ID - Kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat yang baru diimplementasikan pemerintah mendapat respons positif dari kalangan pengamat dan akademisi.

Selain menjadi bagian dari gerakan hemat energi nasional, kebijakan ini juga dinilai sebagai langkah penting dalam transformasi budaya kerja, khususnya bagi aparatur sipil negara (ASN).

Guru Besar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah, menjelaskan kebijakan WFH dapat mengurangi mobilitas ASN satu hari dalam sepekan, sehingga konsumsi bahan bakar untuk transportasi dapat ditekan.

Di sisi lain, penggunaan energi listrik di gedung perkantoran juga berpotensi menjadi lebih efisien.

Baca Juga: DPR Pasang Badan Tolak PHK Massal PPPK, Sodorkan 3 Opsi Ini untuk Efisiensi Anggaran

Namun demikian, menurut Trubus, kekuatan utama kebijakan WFH tidak hanya terletak pada penghematan energi, melainkan pada dorongannya terhadap perubahan paradigma kerja di birokrasi.

“WFH Jumat bagi ASN dapat dipahami sebagai bagian dari adaptasi birokrasi terhadap standar kerja baru yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. Ini bukan sekadar kebijakan penghematan, tetapi juga langkah menuju birokrasi yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada hasil,” kata Trubus dalam keterangannya, Kamis (2/4).

Lebih lanjut, ia menilai penerapan WFH setiap hari Jumat menandai pergeseran penting dari budaya kerja berbasis kehadiran (presensi) menuju budaya kerja berbasis output (hasil).

“Dalam ekosistem kerja modern, produktivitas tidak lagi ditentukan oleh lokasi, melainkan oleh hasil yang dihasilkan. Dengan dukungan teknologi dan sistem kerja yang semakin terdigitalisasi, ASN memiliki ruang untuk bekerja lebih fokus dan efisien,” jelas Trubus.

Baca Juga: WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Diserahkan ke Perusahaan Masing-masing, Tak Harus Jumat

Ia menambahkan, mekanisme WFH bukanlah hal baru. Dengan sistem pengukuran kinerja yang tepat, fleksibilitas kerja seperti WFH justru dapat meningkatkan produktivitas, sebagaimana telah diterapkan di banyak sektor swasta.

“Bagi ASN, kebijakan WFH hari Jumat memberikan dampak positif untuk berinovasi dan meningkatkan kreativitas dalam pelayanan publik, karena ASN tidak terikat dengan beban kerja lain di luar tugas pokok dan fungsinya yang sering diminta diselesaikan secara cepat oleh pimpinan unit kerja. Seorang ASN juga dapat lebih leluasa mengambil keputusan secara cepat dalam merespons tuntutan pelayanan publik yang rumit dan kompleks,” pungkasnya.

Meski demikian, Trubus mengingatkan bahwa efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada implementasinya.

Baca Juga: ASN Wajib WFH Setiap Jumat, Pemerintah Klaim Hemat Anggaran hingga Rp6,2 Triliun

Halaman:

Tags

Terkini