berita

BGN Pangkas Penyaluran MBG jadi 5 Hari, Kecuali untuk Daerah Ini

Senin, 30 Maret 2026 | 10:56 WIB
BGN pangkas penyaluran MBG menjadi 5 hari (BGN)

PORTALOKA.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan kebijakan baru terkait penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto, Sabtu, 28 Maret 2026, MBG akan disalurkan sesuai dengan hari sekolah.

Secara umum, anak sekolah yang bersekolah lima hari dalam seminggu akan menerima MBG sesuai hari sekolah, yakni lima hari.

Namun demikian, kebijakan tersebut tidak berlaku di seluruh daerah di Indonesia.

Baca Juga: Kepala BGN Tantang SPPG Sajikan Menu MBG dengan Kualitas Bintang 5, tapi Bahan Bakunya Masih di Angka Rp10 Ribu, Mungkinkah?

Menurut BGN, untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, MBG tetap akan diberikan selama enam hari.

Hal itu, untuk memastikan asupan gizi anak tetap terpenuhi.

“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana, dikutip Portaloka.id, Senin, 30 Maret 2026.

BGN menekankan pentingnya pendataan yang cermat untuk menentukan daerah-daerah yang berhak menerima kebijakan khusus ini.

Baca Juga: Benarkah Ada Status ASN Baru Selain PNS dan PPPK? Begini Jawaban BKN

Data terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, Kementerian Kesehatan RI menjadi acuan dalam menetapkan wilayah prioritas intervensi gizi, khususnya di wilayah Timur Indonesia.

“Tim kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kesehatan setempat untuk memastikan data akurat, sehingga MBG tepat sasaran,” tambah Dadan.

Pendataan ini mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, serta prevalensi stunting masing-masing wilayah.

Provinsi di wilayah Timur, Sumatera, dan Papua menjadi contoh daerah prioritas karena angka stunting yang masih tinggi.

Halaman:

Tags

Terkini