PORTALOKA.ID - Menu kering dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah menuai sorotan sejak hari pertama sekolah di waktu Ramadan.
Sesuai instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN), menu kering yang dibagikan harus bisa dikonsumsi saat waktu berbuka.
Oleh karena itu, menu yang sering dibagikan berupa roti, susu, buah seperti jeruk, pir, atau kurma.
Selain makanan yang tahan sampai waktu buka, menu kering MBG saat ini juga dicantumkan harga dan kandungan gizi dalam makanan yang dibagikan.
Baca Juga: Pembagian MBG TK di Rawajitu Timur Lampung Ngaret, Siswa Sudah Pulang tapi Harus Kembali ke Sekolah
Label harga menjadi salah satu yang sering mendapat komplain dari wali murid maupun guru karena beberapa menu dianggap tak sesuai dengan laporan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan harga di pasaran.
Seperti unggahan viral yang baru-baru ini ramai di media sosial, menyoroti harga roti yang dibagikan untuk MBG di Mekargalih, Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat.
Dugaan Markup Harga Roti dari Harga Pasaran
Sebuah unggahan menyoroti tentang menu kering MBG dari SPPG Mekargalih 3, Cianjur, Jawa Barat sedang menjadi perbincangan di media sosial.
Dalam unggahan tersebut, perekam video mempertanyakan selisih perbedaan harga roti yang dicantumkan pihak SPPG dengan harga pasarannya.
“Ini masih tentang SPPG yang di Mekargalih 3. Bos, ini (roti) di warung harganya seribuan bos, ini (tertulis) Rp3.500, yang bener aja bos,” ucap perekam video, dikutip dari unggahan @volkinfo pada Minggu, 15 Maret 2026.
“Gimana ini SPPG? Ini roti Rp3.500 tapi di warung seribu. Parah,” imbuhnya.
Roti dengan brand Papabear rasa susu itu adalah menu yang dibagikan untuk hari Kamis, 12 Maret 2026.