Inisiatif tersebut memadukan konservasi lingkungan, edukasi, serta pengembangan ekonomi lokal agar upaya menjaga kawasan tetap berjalan seiring peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kombinasi konservasi dan pendampingan menjadi ciri program, sekaligus memperkuat aspek Environmental dan Social dalam kerangka ESG.
Jawab Tantangan PETI lewat Inovasi Sosial
ANTAM Pongkor menempatkan isu PETI sebagai tantangan yang perlu dijawab lewat langkah sosial yang terukur.
Melalui Pepeling Cisangku, upaya pemberdayaan diarahkan pada pelestarian lingkungan sekaligus alternatif penghidupan.
Sementara Sundung Cisarua menghubungkan pengelolaan limbah non-B3 dengan sirkular ekonomi dan penguatan keterampilan beternak domba.
Di lapangan, model ini mendorong terciptanya mata pencaharian baru yang lebih aman dan berkelanjutan bagi warga.
“Program ini berhasil menunjukkan perkembangan signifikan, di mana salah satu kelompok ternak yang awalnya menerima bantuan 50 ekor domba pada tahun 2021 kini telah berkembang menjadi lebih dari 800 ekor,” kata Sekretaris Perusahaan ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto.
Baca Juga: Inisiatif Strategis ANTAM Memperkuat Kesejahteran Sosial dan Ekonomi di Pongkor
Model Pertanian Sirkular di Kalongliud
Di Desa Kalongliud, UBPE Pongkor menginisiasi Program Garitan Kalongliud (2020) yang menempatkan pertanian sebagai ekosistem sirkular.
Mulai dari pemanfaatan lahan tidur, efisiensi air, hingga pengelolaan limbah dan penguatan organisasi petani dirangkai dalam satu sistem.
Skema tersebut diarahkan agar pertanian tidak terputus di produksi saja, tetapi juga membangun kelembagaan dan kapasitas bersama.
Inovasi Lingkungan di Kawasan Gunung Pongkor