berita

BAZNAS Ciamis Raih Opini WTP Sembilan Kali, Ini Buktikan Kepercayaan Publik Meningkat

Rabu, 4 Maret 2026 | 08:22 WIB
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Lili Miftah (Portaloka.id/Bang Sufi)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Kepercayaan publik tidak lahir dalam semalam. Ia tumbuh dari konsistensi, diuji oleh transparansi, dan dirawat dengan integritas.

Itulah yang kini dipetik oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis setelah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut.

Capaian tersebut bukan sekadar prestasi administratif di atas kertas. Di balik laporan keuangan Tahun 2025 yang dinyatakan bersih dan akuntabel, tersimpan kerja panjang memastikan setiap dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) benar-benar sampai kepada yang berhak.

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. KH. Lili Miftah, mengungkapkan bahwa opini WTP diperoleh melalui proses audit ketat selama kurang lebih tiga bulan oleh Kantor Akuntan Publik.

Baca Juga: Baznas Ciamis untuk Indonesia, Capaian Kinerja Satu Periode Kepemimpinan

Seluruh aspek diperiksa secara detail, mulai dari sistem pelaporan, dokumen transaksi, hingga pertanggungjawaban program di lapangan.

“Alhamdulillah, dari aspek akuntansi dan tata kelola semuanya dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya, Selasa, 3 Februari 2026.

Sembilan kali WTP secara beruntun menjadi penanda bahwa tata kelola keuangan lembaga ini tidak berjalan sporadis, melainkan dibangun dengan standar profesional yang konsisten.

Lili menegaskan, dana yang dititipkan para muzakki dan aghnia dikelola dengan prinsip kehati-hatian serta pengawasan berlapis—baik dari sisi syariah maupun regulasi negara.

Baca Juga: THR ASN Sudah Cair Bertahap Sejak 26 Februari, Berikut Rincian Besarannya

Baginya, kepercayaan adalah fondasi utama. Tanpa itu, zakat hanya berhenti sebagai kewajiban ritual. Dengan tata kelola yang akuntabel, zakat menjelma menjadi kekuatan sosial yang nyata.

“Setiap rupiah yang ditunaikan masyarakat harus tepat sasaran dan berdampak bagi kesejahteraan umat,” tegasnya.

Dalam lima tahun terakhir, penguatan sistem tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perbaikan mekanisme distribusi dan pendayagunaan dana menjadi prioritas.

BAZNAS Ciamis tak lagi hanya memposisikan diri sebagai lembaga penghimpun dana, tetapi sebagai motor penggerak pemberdayaan ekonomi mustahik.

Halaman:

Tags

Terkini