berita

Kisah Relawan SPPG Bisa Beli Motor setelah Kerja di Dapur MBG: Dulu Beli Beras 1 Kilopun Susah

Senin, 16 Februari 2026 | 11:29 WIB
Kisah Kristina Lende, relawan SPPG di NTT bisa beli sepeda motor dari hasil cuci ompreng (Ist)

PORTALOKA.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program pemerintah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sewaktu kampanye Pilpres.

Meski baru berjalan kurang lebih satu tahu, program MBG telah mengalami perkembangan yang signifikan, baik jumlah Satua Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun jumlah penerima manfaat.

Program ini tidak hanya menyasar kota-kota besar, siswa di pelosok negeri pun merasakan manfaat MBG.

Bukan hanya siswa yang merasakan manfaatnya, warga yang terlibat dalam program ini pun ikut merasakannya.

Baca Juga: Diduga Terlambat Datang ke Sekolah, Mobil MBG Disoraki Siswa

Seperti kisah yang dialami Kristina Lende, warga Desa Watu Kawula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kristina Lende merupakan relawan di salah satu SPPG di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kristina yang bekerja sebagai pencuci ompreng MBG itu mengaku kehidupannya berubah sejak bekerja di SPPG Watukaula.

“Selama saya kerja di MBG, saya sudah pernah beli motor pada tanggal 8 Februari kemarin tahun ini. Itu dari hasil kerja saya dari MBG. Dan sebelum saya kerja di MBG, saya mau beli beras 1 kilo pun, saya susah sekali,” katanya saat ditemui di dapur tempatnya bekerja, Jumat, 14 Februari 2026.

Baca Juga: Pegawai SPPG MBG Diangkat jadi PPPK, Guru Honorer Dianaktirikan, DPR Ingatkan Pemerintah Soal Keadilan

Sebelum bekerja di MBG, ia hanya mengandalkan penghasilan suami yang bekerja di perusahaan telasi dengan upah sekitar Rp50 ribu per hari. Ia tidak memiliki usaha lain dan tidak menerima bantuan sosial dari Pemerintahan.

“Semenjak saya kerja di MBG, saya sudah bisa beli beras 20 kilo, bahkan 50 kilo pun sudah bisa saya beli. Dan buat lauk-lauk anak-anak saya di rumah, dan buku penanya anak-anak saya di rumah,” sambung Kristina.

Motor yang ia beli digunakan untuk membantu kebutuhan keluarga, termasuk anaknya yang sebelumnya berjalan kaki ke sekolah.

Kristina memiliki tiga anak. Anak sulungnya yang duduk di kelas VII SMP sudah menerima MBG, sementara dua anak lainnya yang masih di bangku SD disebut akan segera mendapatkan manfaat program tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini