Baca Juga: Miris, Gaji Guru Lebih Kecil dari Pegawai SPPG, Anggaran MBG Jadi Sorotan
Kebutuhan Sumur Bor versi KSAD dan Kepala BNPB
Menilik ke belakang, sebelumnya, Presiden Prabowo sempat menanyakan rincian kebutuhan sumur bor ke KSAD Maruli Simanjuntak dan Kepala BNPB Suharyanto.
"Lengkap sampai keluar airnya?" tanya Prabowo saat rapat koordinasi pascabencana di Aceh Tamiang, pada Kamis, 1 Januari 2026.
"Lengkap bapak. Lengkap dengan instalasi airnya. Kemudian juga ada tangki airnya dan bisa langsung diambil oleh masyarakat," terang Suharyanto.
Mendengar hal tersebut, KSAD Maruli menyela pernyataan Kepala BNPB itu terkait proses pembuatan sumur bor.
"Mungkin tidak cukup bang kalau di atas Rp100 juta. Karena itu kadang-kadang ngebor tergantung tanahnya, pak," ucapnya.
"Kalau tananya lunak itu mungkin dua minggu baru dapat, tapi kalau keras mungkin memerlukan lebih waktunya dari itu," tegas Maruli.***