berita

Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu Usai 13 Tahun Mengabdi, Frangki Suwito Tunaikan Nazar Gendong Ayah Tunanetra Sejauh 1,7 Kilometer

Sabtu, 29 November 2025 | 10:40 WIB
Frangki Suwito, seorang honorer yang resmi jadi PPPK Paruh Waktu Pemkab Brebes saat menggendong ayahnya usai menerima SK pengangkatan di Stadion Karangbirahi, Jumat 28 November 2025. (Pemkab Brebes)

PORTALOKA.ID-- Raut bahagia terlihat jelas di wajah Frangki Suwito yang sudah resmi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak atau PPPK Paruh Waktu Pemkab Brebes.

Ia pun langsung menunaikan nazarnya dengan menggendong sang ayah yang tunanetra dari Stadion Karangbirahi ke Alun-alun Brebes dengan jarak sekitar 1,7 kilometer.

"Tak jauh dari tiga tahun yang lalu ketika saya mendaftarkan sebagai ASN PPPK, saya mempunyai nazar yang sangat mulia kepada seorang ayah saya yang betul-betul, sekarang kondisinya (tunanetra) seperti ini," katanya usai menerima SK pengangkatan di Stadion Karangbirahi Brebes, Jumat 28 November 2025.

Menurutnya, pengangkatan dirinya merupakan perjuangan dan doa ayahnya yang tak pernah putus.

Baca Juga: 4.365 Honorer Brebes Terima SK PPPK Paruh Waktu, Langsung Cukur Gundul hingga Gendong Orang Tua

Ia yang selama 13 tahun sebagai honorer Staf Bidang Administrasi Sarana dan Prasarana di SMP Negeri 1 Losari ini berjanji siap mengabdi sepenuhnya untuk Pemkab Brebes.

"Terima kasih kepada BKPSDMD Kabupaten Brebes dan terima kasih kepada Bupati Brebes yang telah menjadikan ASN PPPK Paruh Waktu," tuturnya.

Pemkab Brebes sendiri mengangkat sebanyak 4.365 honorer menjadi PPPK Paruh Waktu.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma berpesan agar seluruh honorer yang sudah menerima SK PPPK Paruh Waktu agar bekerja dengan sungguh-sungguh.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sentil Orang Tua soal Siswa Nakal hingga Cerita Kepala Sekolah Berhentikan Anak Jenderal yang Banting Pintu

"Jangan sampai sudah diperjuangkan mati-matian oleh Pemkab, sudah diselamatkan dari ancaman PHK, kerjanya malah leha-leha. Jangan sampai ada laporan ke meja bupati, ada PPPK Paruh Waktu menerima SK sering bolos, pelayanan judes dan lambat," ujarnya.

Menurutnya, meski tatus paruh waktu, namun dedikasi harus purna waktu.

"Status boleh paruh waktu, tapi kualitas pelayanan kepada rakyat harus premium," tegasnya.

Tags

Terkini