berita

Ribuan Guru Honorer Madrasah Swasta Gelar Aksi Damai di Depan DPRD Kabupaten Ciamis, Tuntut Kesetaraan dan Kesejahteraan

Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:13 WIB
Aliansi guru honorer madrasah menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Kabupaten Ciamis (Portaloka.id/Arman)

Baca Juga: Puluhan Guru Madrasah Aliyah di Ciamis Ikuti Pelatihan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta

Ketua DPRD Ciamis Temui Peserta Aksi

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana menemui peserta aksi unjuk rasa yang memenuhi jalanan di depan gedung dewan.

Nanang juga menyempatkan diri naik ke atas mobil komando dan menyampaikan orasi.

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis Nanang Permana menemui peserta aksi (Portaloka.id/Arman)

Politisi PDI Perjuangan itu mendukung aksi yang dilakukan oleh aliansi guru honorer Kemenag.

"Sebagai Ketua DPRD saya mendukung perjuangan saudara-saudara sekalian karena saya juga pernah menjadi guru madrasah swasta di Banjar," kata Nanang dalam orasinya.

Baca Juga: 16 Partai Politik Pendukung Herdiat-Yana Gelar Rapat Tertutup, Ini Bocoran Soal Kursi Wakil Bupati Ciamis

"Ada yang tidak tepat yang dilakukan kebijakan pemerintah. Menyamakan honorer guru dengan honorer non guru, harusnya diperlakukan beda. Guru itu tugasnya mencerdaskan kehidupan bangsa, masa mencerdaskan kehidupan bangsa oleh tenaga kontrak," tegasnya.

Dikatakan Nanang, menempatkan guru honorer dan PPPK di sekolah merupakan kebijakan yang kurang tepat.

Menurutnya, sekolah adalah tempat untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

"Kalau di kantor-kantor bisa ada paruh waktu atau outsourcing, tapi untuk tenaga kependidikan nggak bisa. Masa untuk mencerdaskan kehidupan bangsa nggak bisa, ini kewajiban Undang-Undang Dasar," tegasnya.

Baca Juga: PGMM Soroti Ketimpangan Regulasi yang Dianggap Diskriminatif Terhadap Guru Madrasah Swasta: Kami Menjerit Menahan Sakit!

Nanang menyebut tujuan bernegara ada empat, salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Masa tujuan bernegara mencerdaskan kehidupan bangsa diserahkan kepada honorer, mengapa diserahkan kepada tenaga outsourcing? Masa guru dianggap buruh pabrik. Secara pribadi saya merasa terhina," ucapnya.

Halaman:

Tags

Terkini