Korban selamat lainnya dalam insiden itu, Al Fatih Cakra Buana (14) menceritakan dirinya yang awalnya tidak menyangka bangunan musala yang saat itu sedang dimasukinya ambruk.
Fatih baru menyadari bangunan yang menimpanya ambruk saat dievakuasi, dan hanya mengira sedang tertidur selama tiga hari itu dan semua yang terjadi di sekitarnya cuma sekadar mimpi.
Kisah ini awalnya disampaikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Al Fatih berhasil dievakuasi pada hari ketiga.
"Ternyata selama tiga hari tertidur. Ketika dievakuasi baru sadar ada gedung yang ambruk," kata Khofifah di Sidoarjo, pada Jumat, 3 September 2025.
Setelah diselamatkan, barulah Fatih sadar bangunan ponpesnya telah menjadi puing-puing beton yang ambruk.
Korban berusia 14 tahun itu langsung dilarikan ke RSUD Notopuro Sidoarjo. Setelah mendapat perawatan, dia bercerita sendiri pengalamannya kepada awak media.
"Saya sempat lari, tapi masih kena (runtuhan). Pas sadar, saya nggak merasa sakit sama sekali," ujar Fatih pada hari yang sama.
Ia mengaku selama terjebak di reruntuhan, dia tidak sepenuhnya dalam kondisi sadar. Bahkan, Fatih dia mengaku mimpi melakukan sesuatu yang seperti tidak terjadi apa-apa.
"Seperti tertidur pulas, lalu mimpi minum pakai selang. Rasanya nyata banget. Seperti jalan-jalan di tempat gelap, naik mobil pikap, tapi tidak tahu ke mana," lanjut Fatih.
Diketahui, Fatih berhasil selamat usai dalam insiden itu tubuhnya tertutup tumpukan pasir.
Bagian kepalanya terlindung lembaran seng, sehingga tidak terkena material lain yang lebih berbahaya. Al Fatih mengaku ada 5 orang di sekitarnya sebelum bangunan roboh.***