Senin, 13 Juli 2026

4 Momen Dramatis Penyelamatan Korban Selamat dari Insiden Ambruknya Mushola 3 Lantai Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 17:36 WIB
Sederet momen dramatis penyelamatan korban ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo  (X.com/@basarnas114yyk)
Sederet momen dramatis penyelamatan korban ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo (X.com/@basarnas114yyk)

Baca Juga: 4 Fakta Robohnya Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Ada Puluhan Korban yang Belum Ditemukan hingga Terungkap Penyebabnya

Bagi Aaron, saat itu tidak ada misi lain kecuali membawa keluar Ahmad dan menyelamatkan nyawanya dalam kondisi hidup.

Terdapat pula risiko nakes ikut tertimpa bangunan yang sewaktu-waktu berpotensi ambruk lagi.

"Pikiran saya, saya sudah siap mati sama pasien kalau bangunan itu runtuh. Karena itu sangat berbahaya, salah gerak sedikit ambruk," ujar Aaron kepada awak media di lokasi kejadian, pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Beruntung proses berjalan dengan baik dan selesai pada pukul 01.30 WIB. Setelah tangannya diamputasi, barulah Ahmad bisa dikeluarkan dari reruntuhan dan dibawa ke ICU.

Baca Juga: Mantan Salesman di Wiradesa Pekalongan Dicuduk Polisi, Gelapkan Uang Perusahaan dengan Modus Pakai Toko Fiktif

Berjuang 3 Hari Tanpa Makan dan Minum

Amputasi juga harus dialami Syaiful Rosi Abdillah (13) demi selamat dari insiden di Ponpes Al Khoziny.

Kala itu, Rosi mengalami luka pada kaki yang sudah parah karena tertimpa selama tiga hari.

Tim SAR Gabungan menyatakan, telapak kaki kanan Rosi remuk. Setelah operasi amputasi, Rosi menjalani perawatan intensif di RSUD Sidoarjo.

Baca Juga: Tahura Kota Bandung Kembali Hadirkan Pasar Pasisian Leuweung hingga Ulin di Leuweung: Bazar UMKM hingga Permainan Tradisional

Saat kejadian, Rosi sedang bersama 6 orang temannya. Ia mengaku reruntuhan menimpa beberapa kali sampai gemuruh reda.

Rosi dan teman-temannya sempat berusaha mendorong beton yang menimpa mereka, tapi terlalu berat.

"Nggak lama nambah ada yang jatuh lagi. Beton semua, nggak bisa dorong. Kami minta tolong bareng-bareng, tapi nggak kedengaran. Baru jam 12 malam ada orang kampung datang bantuin," ujar Rosi di ruang perawatan RSUD Sidoarjo, pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Selain selama 3 hari berusaha bertahan sambil terus membaca selawat dan istighfar, Rosi juga terpaksa berpuasa karena sulit mendapatkan makanan dan minuman yang masuk ke tubuhnya dalam kejadian itu.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X